Tampilkan postingan dengan label dmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dmi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

POTENSI TINGGI BERAWAL DARI SIDIK JARI

POTENSI TINGGI BERAWAL DARI SIDIK JARI



Oleh : TEGUH SUNARYO (Direktur DMI Primagama)
Hampir sebagian besar kita selalu ingin mengukir prestasi. Betapa senangnya disebut sebagai orang yang berprestasi, dan betapa bangganya punya anak yang juga berprestasi. Karena semua orang ingin berprestasi maka yang namanya prestasi haruslah diperjuangkan. Semakin banyak orang yang ingin berprestasi maka semakin tinggi tingkat kompetisi. Semakin tinggi tingkat kompetisi maka harus semakin tinggi dan gigih pula upaya yang harus dilakukan. Sejauh manakah upaya kita selama ini dalam rangka menggapai suatu prestasi ?

Kamis, 26 Desember 2013

KETAHUI BAKAT DAN KEPRIBADIAN MELALUI SIDIK JARI ANAK


Sidik jari (bahasa Inggris: fingerprint) adalah hasil reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil, dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh kulit telapak tangan atau kaki. Kulit telapak adalah kulit pada bagian telapak tangan mulai dari pangkal pergelangan sampai kesemua ujung jari, dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai ke ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah atau alur yang membentuk struktur tertentu.
Pola Finger print mulai muncul pada waktu bayi dalam kandungan usia 13 minggu, polanya seiring dengan pola pembentukan otak.Pola Fingerprint ditentukan oleh kromosom yang tersusun dari gen gen didalamnya terdiri dari DNA, bukan oleh faktor lingkungan.Sistem syaraf Fingerprint tangan erat kaitannya dengan sistem otak, artinya dengan mengetahui sistem syaraf Fingerprint tangan dapat diketahui sistem syaraf fungsi fungsi bagian otak.Tes Sidik Jari oleh PT Fingerprint Counsulting di Jombang banyak peminatnya dan banyak keunggulan tes. Dan bagi yang ingin tahu bakat dan potensi anak mulai umur 1 tahun,  anak yang masuk sekolah, ambil jurusan dan bekal untuk kerja.Potensi genetik khususnya bakat, potensi menonjol , sistem kecerdasan dan karakter kepribadian  berkaitan erat dengan sistem syaraf fungsi fungsi bagian otak.jadi mengenali Fingerprint sama dengan mengenali bakat, potensi menonjol, sistem kecerdasan dan karakter kepribadian.

Selasa, 24 Desember 2013

Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Anak

Anak yang cerdas merupakan dambaan setiap ibu, termasuk Anda tentunya. Tahukah Anda, setidaknya ada faktor penting yang mempengaruhi kecerdasan seorang anak, yakni faktor genetik (keturunan), nutrisi, dan stimulasi lingkungan. Ketiga faktor tadi sangat berpengaruh dan saling mendukung terhadap pencapaian potensi anak yang optimal.

Faktor genetik memang tidak dapat diubah. Namun jangan lupakan faktor nutrisi dan stimulasi. Orang tua yang cerdas akan memperhatikan kebutuhan anaknya akan nutrisi dan stimulasi sejak dini. Sehingga bukan tidak mungkin anak Anda nantinya tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Mengembangkan Bakat dan Minat Remaja

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Pada periode ini anak mencapai kematangan fisik dan diharapkan pula disertai dengan kematangan emosi dan perkembangan sosialnya. Karena masa peralihan maka remaja pada umumnya masih ragu-ragu akan perannya dan menimbulkan krisis identitas. Dalam usaha menemukan jati dirinya dalam arti mengetahui kebutuhan-kebutuhan pribadi serta tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya, maka pengembangan bakat dan minat remaja sangat penting. Dan dalam mengembangkan kompetensinya remaja tetap membutuhkan bimbingan dari orang tua dan lingkungan rumah maupun sekolah.

Senin, 23 Desember 2013

Ciri-Ciri Pemahaman Potensi Diri

Ciri-Ciri Pemahaman Potensi Diri

Sebelumnya sudah dijelaskan tentang jenis-jenis potensi yang ada pada diri seseorang.Pada dasarnya potensi yang dimiliki seseorang itu sedikitnya ada empat macam yaitu potensi otak/kecerdasan intelektual, potensi emosi/kecerdasan emosi, potensi fisik/kecerdasan fisik dan potensi spiritual/kecerdasan spiritual. Untuk memahami ciri atau karakter seseorang yang memahami potensi dirinya secara menyeluruh  bukanlah suatu hal yang mudah mengingat bahwa potensi-potensi manusia itu memiliki ciri dan karakter sendiri-sendiri. Meskipun setiap potensi manusia itu mempunyai ciri dan karakter sendiri-sendiri namun semuanya saling mempengaruhi dan tidak dapat dipisah-pisahkan.
Manusia tidak boleh hanya mengagungkan salah satu Q (quotient) saja. Manusia harus hidup  dengan menerapkan 4Q secara simultaneous, balanced, and proporsional untuk merajut kesuksesan dunia dan akhirat. Potensi-potensi tersebut harus sama-sama diasah atau dicerahkan secara komprehensif agar manusia menjadi cemerlang seutuhnya demi meraih kesuksesan sejati (Raja Bambang Sutikno, 2010).
Ciri orang yang memahami potensi dirinya bisa diukur atau dilihat dalam sikap dan perilakunya sehari-hari dalam kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat. Menurut La Rose (dalam Sugiharso, dkk.,2009: 126-127) menyebutkan bahwa orang yang berpotensi memiliki ciri-ciri:
1)      Suka belajar dan mau melihat kekurangan dirinya
2)      Memilki sikap yang luwes
3)      Berani melakukan perubahan secara total untuk perbaikan
4)      Tidak mau menyalahkan orang lain maupun keadaan\
5)      Memilki sikap yang tulus bukan kelicikan
6)      Memiliki rasa tanggung jawab
7)      Menerima kritik saran dari luar
8)      Berjiwa optimis dan tidak mudah putus asa.
Ciri-ciri diatas sifatnya masih umum, artinya belum dipilah-pilah berdasarkan ciri-ciri masing-masing potensi yang dimiliki oleh manusia. Adapun “ciri-ciri masing-masing potensi yang dimiliki oleh manusia” adalah sebagai berikut:
1)      Potensi otak/kecerdasan intelektual
Ciri orang yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi yaitu, mampu untuk bekerja secara abstrak, baik menggunakan ide-ide, simbol, hubungan logis, maupun konsep-konsep secara teoristis, mampu untuk mengenali dan belajar  serta menggunakan abstraksi tersebut dan mampu untuk menyelesaikan masalah termasuk masalah yang baru (Dwi Sunar P, 2010: 160).
2)      Potensi emosi/kecerdasan emosi
Kecerdasan emosi (EQ) menurut Daniel Golemen (dalam Dwi Sunar P, 2010: 161-162) meliputi lima dasar kecakapan emosi dan sosial berikut:
1)      Kesadaran diri: Mengetahui apa yang dirasakan dan menggunakannya untuk memandau pengambilan keputusan, realistis, percaya diri, yakin akan kemampuan yang dimiliki.
2)      Pengaturan diri: Mengelola emosi diri sedemikian rupa sehingga dapat bermanfaat positif terhadap pelaksanaan tugas, peka tetapi bukan perasa, sanggup menahan gejolak hatisebelum tercapinya suatu sasaran, mampu bangkit dari kegagalan dan bertahan dari tekanan emosi.
3)      Motivasi: Memilki hasrat yang kuat dan menggerakkannya serta menuntun dirinya sendiri dalam menuju sasaran, inisiatif dan efektif dalam bertindak, tidak mudah putus asa (kecewa atau prustasi).
4)      Empati: Dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain, dapat memahami perspektif mereka, menumbuhkan hubungan yang harmonis didasarkan atas saling percaya serta mampu beradaptasi terhadap lingkungannya.
5)      Ketrampilan sosial: Mampu mengendalikan emosi dengan baik dan berfikir jernih, baik ketika berhadapan dengan orang lain mampu cermat membaca situasi dan jaringan social, mampu berinteraksi dengan baik, mampu menggunakn ketrampilan-ketrampilan untuk mempengaruhi dan memimpin, menghormati pendapat orang lain, mampu menyelesaikan perselisihan, sanggup bekerjasama dan bekerja dalam tim.
3)      Potensi Fisik/kecerdasan fisik
Menurut Achmad Juntika Nurihsan (2005: 74) ciri-ciri yang menonjol dari orang yang memiliki kecerdasan badaniah-kinestik yang tinggi adalah sebagai berikut:
1)      Memiliki daya kontrol tubuh yang luar biasa
2)      Memiliki daya kontrol terhadap obyek
3)      Mengetahui timing yang tepat
4)      Mempunyai reflek yang sempurna dan sangat responsive dengan lingkungan fisik
5)      Suka melakukan oleh raga fisik
6)      Mahir dalam kerajinan tangan
7)      Gampang mengingat apa yang dilakukan dan bukan apa yang dikatakan atau diamati
4)      Potensi spiritual/kecerdasan spiritual
Ian Marshal pengarang buku “spiritual Intelligence” (dalam Achmad Juntika Nurihsan, 2005:76) menyebutkan bahwa orang yang memilki kecerdasan spiritual tinggi itu adalah orang yang mampu berfikir realistis, mampu mengambil pelajaran dari kegagalan, siap menanggung resiko dari apa yang dilakukannya, dan konsisten antara apa yang dilakukan dengan apa yang dikatakan.
Daftar Pustaka:

Nurihsan, Achmad Juntika. (2005). Strategi Layanan Bimbingan dan  Konseling. Bandung: Refika Aditama.

Senin, 16 Desember 2013

MEMBACA ANALISA SIDIK JARI

Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (Al Qur'an, 75:3-4)


Tulisan ini saya buat karena sekarang Pengenalan Sidik Jari/ FingerPrint ada yang jual sampai Jutaan rupiah. Ehhmmnn padahal orangtua dapat dengan mudah melihat sendiri Kepribadian si anak dari tangannya sendiri dan GRATIIS.

CIRI KEPRIBADIAN MENURUT POLA SIDIK JARI

1. Sidik jari berpola Whorl


Jari telunjuk –“Anugerah Persepsi”. Individu dengan pola ini hampir mustahil untuk menipu atau berbohong. Mereka secara umum mengalami masa kanak-kanak yang sangat tidak bahagia. Mereka hanya bisa melihat dengan sangat jelas penipuan-penipuan dan kepura-puraan orang lain, termasuk orang tua mereka sendiri.
Jari Tengah –“Anugerah Organisasi”. Pemilik pola ini dapat melihat penggolongan-penggolongan dan hubungan-hubungannya pada hampir semua orang. Mereka akan menggolongkan orang-orang dan kejadian dalam tipe-tipe khusus tertentu. Mereka bersifat sangat curiga, dan senang membongkar atau menyelidiki “rahasia-rahasia.

Jari Manis –“Anugerah Pembedaan”. Sebuah kemampuan untuk menyoroti kekurangan-kekurangan di dalam setiap rencana, desain, konsep, atau orang per orang. Suatu kecenderungan yang kuat ke arah kesempurnaan (perfeksionis), terutama dalam pekerjaannya sendiri. Orang ini tidak bisa memaklumi sebuah gambar yang tergantung sedikit miring.

Jari Kelingking –“Anugerah Komunikasi”. Meski biasanya malu sendiri dan menahan diri, mereka ini mempunyai anugerah berupa kepandaian berbicara dan menulis kata. Ahli pidato alami, yang mempunyai kemampuan untuk bergerak dan mengilhami orang lain dengan kekuatan suaranya. Satu karateristik yang menarik adalah penempatan pandangan-pandangan spiritualnya. Mereka tidak akan pernah mengikuti dogma dari agama apa pun, tetapi mempunyai filsafat sendiri yang unik di mana mereka sangat meyakininya.

Ibu Jari –“Anugerah Kekuatan Kehendak”. Pola ini mengungkapkan kepemimpinan alami dengan kemampuan yang kuat untuk memerintah orang lain. Mereka akan mendominasi setiap situasi dengan kemampuan memikat yang tak bisa dipisahkan. Terdapat kecenderungan yang kuat ke arah pandangan totaliter atau diktator, terutama terhadap anak-anak mereka.

2. Sidik jari berpola Radial Loop

Jari telunjuk - Seseorang yang mengekspresikan Ego mereka dengan cara yang unik. Cetakan tunggal di tangan yang dominan mengungkapkan sifat bekerja mandiri adalah satu-satunya jalan untuk pemenuhan pribadi.


Jari Tengah - Orang yang menggunakan pikirannya dengan cara uniknya sendiri. Mereka adalah pencipta yang besar, dengan kreativitas yang tinggi, juga mempunyai kemampuan untuk mengendalikan sistem otonom mereka sendiri, seperti denyut jantung, pencernaan, dan lain-lain dengan pikiran mereka.

Jari Manis - Seseorang yang menciptakan emosi mereka sendiri serta respon-respon emosionalnya. Orang lain tidak pernah benar-benar bisa memahami individu ini, karena tidak bisa memahami emosi atau respon-responnya yang tidak pernah dialami orang lain. Akhirnya, mereka tidak pernah merasa “sesuai” dengan masyarakatnya, tetapi hidup mereka diatur oleh usaha yang tetap. Isu ketakutan dan kesepian harus diberdayakan untuk mencapai pemenuhan.

Jari kelingking - Sangat jarang sekali. Pola ini mengindikasikan seseorang yang menciptakan pandangan-pandangan religius dan kerohanian mereka sendiri. Dan ini tidak akan bercampur dengan filsafat-filsafat lain yang paling umum, tetapi akan menjadi sebuah agama yang didasarkan pada konsep-konsep yang sama sekali baru.


3. Sidik jari berpola Arch

Jari telunjuk - Orang yang mempunyai pandangan tradisional mengenai ambisi, karier, dan kepemimpinan mereka sendiri. Mereka percaya bahwa mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan uang, menyimpan uangnya, dan menginvestasikannya untuk masa depan mereka. “Masa lampau” mereka berada dalam bidang-bidang seperti hidup tanpa dengan banyak partner dan tingkat kekaguman pada diri sendiri yang rendah (memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, gangguan mental karena makanan, dan wujud-wujud lain dari penganiayaan terhadap diri sendiri).


Jari Tengah – Nilai-nilai tradisional mengenai pikiran. Untuk orang-orang ini, pendidikan adalah satu-satunya cara menuju sukses. “Masa lampau" mereka berada dalam bidang-bidang seperti penyalahgunaan obat dan memanipulasi orang lain.

Jari Manis – Nilai-nilai tradisional yang bersinggungan kepada emosi (laki-laki tidak boleh menangis, dan lain-lain). “Masa lampau" mereka adalah ketiadaan stabilitas emosional mereka sebelumnya.

Jari kelingking – Nilai-nilai tradisional mengenai komunikasi, agama, dan seks. Mereka adalah satu-satunya kelompok orang yang akan sungguh mengikuti dogma setiap agama tertentu, tanpa menyesuaikannya pada standar mereka sendiri. “Masa lampau” mereka adalah hidup dengan banyak partner atau ketiadaan kerohanian, tetapi hanya karena dipersepsikan sebagai “pewarnaan” jiwa.

Ibu jari – Nilai-nilai tradisional dalam menerima nafsu dan keinginan. Bahkan setelah kepribadian berkembang, masih ada kecenderungan yang kuat ke arah sikap-sikap dominasi. “Masa lampau” mereka adalah ketika mereka terjatuh menjadi mangsa nafsu dan keinginan-keinginan mereka, dengan sedikit pemikiran untuk menolak masa depan.

Ketika pola arch ditemukan pada jari telunjuk dan jari tengah, maka terdapat akal yang sangat dalam. Namun kadang-kadang melambat untuk menyerap konsep-konsep, hal ini karena kerinduan pokok materi suatu pemahaman yang lengkap, daripada sekedar suatu genggaman dangkal dari pengetahuan.

BROSUR FINGERPRINT COUNSULTING

BROSUR PT FINGERPRINT


BROSUR HALAMAN 2

SEJARAH ANALISA SIDIK JARI / DERMATOGLYPHIC



1.      John E. Purkinje 1823 (1787 – 1869)
Seorang physiologist dan biologist dari Cekoslovakia. Melakukan penelitian jari tangan dan kaki, dan secara sistematik mengategorikan sidik jari menjadi sembilan pola klasifikasi.

MENGAPA ANALISA FINGERPRINT PENTING?


ERA GLOBALISASI memberikan peluang persaingan di segala bidang terutama kompetensi tenaga kerja yang semakin kompetitif. Pasar bebas yang dimulai tahun 2010 menuntut kita agar mampu bersaing dengan anak-anak negara tetangga atau belahan dunia lainnya untuk mendapatkan pekerjaan. Para orang tua dari negara-negara lain berlomba untuk mempersiapkan dan membimbing masa depan anaknya sedini mungkin. Kondisi ini tentunya mempengaruhi kesiapan orang tua dalam menyiapkan masa depan anak-anak di rumah sedini mungkin agar mereka bisa menjadi anak-anak yang berkualitas dan berkompetensi di bidangnya masing–masing.